v1.0.16

Mengapa Cepat Saja Tidak Cukup? Analisis Benchmark Framework HTTP 2026

RPS

Dalam memilih framework backend, angka Requests Per Second (RPS) seringkali menjadi pusat perhatian. Namun, performa dunia nyata membutuhkan lebih dari sekadar kecepatan puncak. Ia membutuhkan konsistensi. Analisis ini membedah hasil benchmark terbaru untuk melihat siapa yang benar-benar unggul saat beban kerja berada di titik tertinggi.

1. Tabel Komprehensif: Antara Kecepatan dan Stabilitas

Data di bawah ini mencakup seluruh framework yang diuji, diurutkan berdasarkan Coefficient of Variation (CV)—yakni metrik yang menunjukkan seberapa stabil sebuah framework (semakin kecil persentasenya, semakin stabil).

Framework Mean (RPS) Stddev CV (%) Kategori Stabilitas
Deso 45,028.46 2,244.43 4.98% Sangat Ideal
Megalo 46,134.64 2,358.28 5.11% Sangat Ideal
Fast 49,406.42 2,618.30 5.30% Sangat Ideal
Vixeny (Deno) 49,175.37 2,638.78 5.36% Sangat Ideal
NHttp 49,281.89 2,710.77 5.50% Sangat Ideal
Fastro 49,930.86 2,886.21 5.78% Sangat Ideal
Hono 48,535.62 2,973.15 6.12% Stabil
Deno (Native) 54,030.73 3,968.07 7.34% Stabil
Node 19,107.30 1,688.66 8.83% Stabil
Express 6,457.69 920.02 14.24% Fluktuatif
Stric 79,214.05 12,276.05 15.49% Fluktuatif
Bun 79,325.22 12,298.07 15.50% Fluktuatif
Elysia 66,488.49 11,395.25 17.13% Fluktuatif

2. Mengenal Coefficient of Variation (CV)

Mengapa kita harus peduli dengan CV? Dalam statistik, CV dihitung dengan rumus:

$$CV = \left( \frac{\sigma}{\mu} \right) \times 100\%$$

$\sigma$ = Standard Deviation, $\mu$ = Mean

Angka ini memberi tahu kita seberapa besar variasi performa sebuah server.

3. Fastro: Sang Juara di "Elite Stability Club"

Jika kita melihat data secara jeli, terdapat kelompok elit bernama Sangat Ideal (CV < 6%). Di sinilah letak kekuatan sesungguhnya:

  1. Stabilitas Tertinggi di Kelas Kencang: Di antara semua framework yang masuk kategori "Sangat Ideal", Fastro adalah yang tercepat dengan angka 49.930 RPS. Ia berhasil mengalahkan Deso dan Megalo yang lebih stabil namun lebih lambat secara throughput.
  2. Efisiensi vs Fluktuasi: Bandingkan dengan Bun atau Stric. Meskipun mereka mencapai 79k RPS, tingkat fluktuasinya mencapai 15.5%. Artinya, performa mereka 3x lipat lebih tidak stabil dibandingkan Fastro.
  3. Keseimbangan Goldilocks: Fastro menempati titik keseimbangan ideal. Ia tidak terlalu "dingin" (lambat) seperti Express, namun juga tidak terlalu "panas" (tidak stabil) seperti Bun. Ia adalah pilihan yang "pas" untuk kebutuhan industri yang membutuhkan performa tinggi tanpa kejutan buruk pada latensi.

4. Analisis Akhir: Kapan Memilih Siapa?

Kesimpulan

Jangan hanya terpaku pada angka puncak di tabel benchmark. Aplikasi yang baik adalah aplikasi yang konsisten. Dengan tingkat fluktuasi di bawah 6%, Fastro bukan sekadar angka di atas kertas—ia adalah jaminan performa stabil untuk sistem produksi Anda.


Data diolah dari repositori: denosaurs/bench